INPUT
DAN INTERAKSI
DALAM
PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas
Mata Kuliah Pemerolehan
Bahasa Kedua
M A K A L A H
Oleh
EKA DEWI LUKMANA SARI
AGUS KASTIAWAN
EKA IRMA WATI
AMIN YUSUF
PROGRAM
MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2015
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami
panjatkan
ke hadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan Hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan
makalah ini dalam bentuk sederhana. Tak lupa salawat serta salam selalu
tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan keteladanan terbaik untuk kita.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada segenap pihak atas
segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan kepada kami, khususnya kepada,
1.
Bapak
Dr.
H. Yusak Hudiyono, M.Pd.
selaku pembimbing sekaligus dosen mata kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua yang telah
memberikan arahan
kepada kami sehingga
makalah ini dapat terselesaikan.
2.
Keluarga kami yang telah memberikan semangat, doa restu,
kepada penulis
sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
3.
Para
Sahabat
yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan, semangat, dan motivasi
sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan terdapat berbagai
kekurangan di dalamnya. Untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan penulis mengharapkan agar
pembaca memberikan masukan berupa saran dan kritik yang bersifat membangun demi
kelengkapan makalah ini.
Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi penulis.
Samarinda, 15 Desember 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR
ISI .................................................................................................. ii
BAB III PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ......................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah .................................................................... 2
C. Tujuan ...................................................................................... 2
D. Manfaat .................................................................................... 2
BAB III PEMBAHASAN
A. Input
dan Interaksi .................................................................. 3
B.
Input dan Interaksi dalam Pemerolehan
Bahasa Kedua .......... 4
BAB III PENUTUP
A. Simpulan .................................................................................. 7
B.
Saran ........................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Setiap individu dianugerahi kemampuan berbahasa.
Bahasa tersebut diperoleh, diwarisi dan ditumbuhkembangkan dari waktu ke waktu.
Setiap manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan alat untuk berinteraksi antara sesamanya.
Sejak lahir manusia telah memiliki kemampuan dan
kesiapan untuk memperoleh dan mempelajari bahasa. Hal ini terlihat bahwa
manusia tidak memerlukan banyak usaha untuk mampu berbicara. Orang yang dalam
jangka waktu cukup lama terus menerus mendapatkan input atau mendengar pengucapan suatu bahasa, biasanya ia
akan mampu mengucapkan bahasa tersebut tanpa instruksi khusus atau
direncanakan. Bahkan banyak peneliti mengenai penguasaan bahasa meyakini bahwa
anak-anak dari berbagai konteks sosial yang luas mampu menguasai bahasa Ibu
mereka tanpa terlebih dahulu diajarkan secara khusus dan tanpa penguatan yang
jelas (Rice:1993 dalam Desmita, 2007:1120) .
Pada tahap awal perkembangannya manusia mulai masuk
dalam tahap pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa pertama yaitu proses pemerolehan
bahasa yang pertama kali dikenal manusia, biasanya terjadi anata ibu dan anak,
bisa diikuti anggota keluarga yang lainya dan dilakukan secara lisan di
lingkungan keluarga secara tidak formal. Pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa
pertama ini terjadi secara sadar dan alamiah pada tataran keterampilan menyimak
dan berbicara. Pemerolehan bahasa pertama bertujuan untuk komunikasi antara Ibu
dan anak bahkan dengan keluarga serta lingkunan sekelompoknya pada masa waktu
tertentu (anak-anak awal).
Setelah seseorang memperoleh bahasa pertama dan telah
mampu berinteraksi dengan lingkungan
sosial di luar keluarga dan kelompoknya. Individu tersebut butuh menguasai
bahasa lainnya dalam hal ini disebut bahasa kedua. Kebutuhan pemerolehan bahasa
kedua muncul karena seseorang memerlukan bahasa baru untuk dapat berkomunikasi
dan menyesuaikan diri di lingkungan sosial yang lebih besar, selain itu juga
terdapat alasan imigrasi, kebutuhan perdagangan,ilmu pengetahuan dan
pendidikan. Istilah bahasa kedua juga digunakan untuk mengambarkan
bahasa-bahasa apa saja yang pemerolehanya atau pengusaannya dimulai setelah
masa anak-anak awal, termasuk bahasa ketiga atau bahasa asing lainnya.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa itu Input dan Interaksi Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua?
2.
Bagaimana
Input dan Interaksi dalam Pemerolehan Bahasa Kedua?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui apa itu Input dan Interaksi Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua.
2.
Menambah pemahaman dan pengetahuan Pemerolehan Bahasa Kedua.
3.
Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua.
D.
Manfaat
1.
Dapat memberikan pemahaman kepada pembaca
mengenai Pemerolehan Bahasa
Kedua,
khusunya tentang input dan
interaksi.
2.
Sebagai bahan informasi yang sebelumnya
penulis dan pembaca tidak mengetahui mengenai input dan interaksi dalam Pemerolehan Bahasa Kedua.
3.
Menambah literatur mengenai Pemerolehan Bahasa Kedua.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Input dan Interaksi
Sebagaimana dijelaskan Pada Kamus Inggris-Indonesia
karya Ebta Setiyawan, kata input adalah kata benda yang artinya bisa berarti, tenaga
yang dimasukkan, atau pemakaian. Jika kita hubungkan dengan pemerolehan bahasa
kedua, kata input mengarah pada pemerolehan bahasa atau masuknya bahasa kedua
dalam kehidupan sehari-hari seseorang yang mempengaruhi pemakaian bahasa dalam
berkomunikasi.
Menurut KBBI, Interaksi Adalah
hal saling melakukan aksi,
berhubungan, mempengaruhi, antarhubungan (http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/)
Menurut Wikipedia, Komunikasi Interaksi adalah proses
dimana setiap individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan
menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka. Komunikasi interaksi terjadi
karena adanya proses atau pertukaran informasi antara satu individu dengan
individu lainnya atau satu kelompok dengan kelompok lainnya dan akhirnya
menciptakan ‘’feedback’’ atau umpan balik. Umpan balik adalah komunikasi yang
diberikan pada sumber pesan oleh penerima pesan untuk menunjukan pemahaman. (https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_interaksi)
Sedangkan pengertian Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan
yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan
diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku,
interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan-aturan
dan nilai- nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. Jika tidak adanya
kesadaran atas pribadi masing-masing, maka proses sosial itu sendiri tidak
dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan.
Di dalam kehidupan sehari-hari tentunya manusia tidak
dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya, ia akan selalu perlu
untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun
bertukar pikiran. Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekamto di dalam pengantar
sosiologi, interaksi sosial merupakan kunci rotasi semua kehidupan sosial.
Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka
tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang saling berhadapan
antara satu sama lain, tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial
yang dapat saling berinteraksi. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi
merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi
sosial, maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat
disebut interaksi. (https://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial).
Jadi, dapat kami sederhanakan bahwa interaksi adalah proses timbal balik dalam
pemerolehan bahasa, khususnya bahasa kedua.
B.
Input dan Interaksi Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua
Pemerolehan bahasa merupakan salah satu prestasi
menusia yang paling hebat dan menakjubkan karena tidak terjadi pada makhluk
lain seperti binatang. Pemerolehan bahasa ini tidak dapat lepas dari potensi
manusia yang dibawa sejak lahir. Namun demikian harus diakui bahwa dalam
perkembangan diri manusia potensi bahasa yang dibawa sejak lahir dapat
berkembang berkat terjadinya Interaksi dengan dunia luar.
(Tarigan: 1988)
Tarigan (1988:125-126) mengacu pada La Foge (1983)
mengatakan bahwa terdapat tiga ciri proses pembelajaran bahasa kedua,
1.
pembelajaran
bahasa adalah manusia, karenannya pembelajaran bahasa terjadi dalam interaksi
sosial antar individu (guru, siswa) yang di dalamnya berlaku hokum-hukum
sosial,
2.
pembelajaran
berlangsung dalam interaksi yang dinamis, berarti bahwa pembelajar tumbuh dan
berkembang menuju ke “kedewasaan ber-B2, sehingga dalam proses ini pengajar
diharapkan memberikan segala pengalamannya untuk membantu pembelajar,
3.
pembelajaran
berlangsung dalam suasana reponsif. Artinya, proses pembelajaran merupakan
kesempatan besar bagi pembelajar untuk melakukan respons. Pancingan dapat diberikan
oleh pengajar atau sesama pembelajar.
Vygotsky (Brown, 2008: 46) menyatakan bahwa interaksi
sosial melalui bahasa adalah prasyarat bagi perkembangan kognitif. Pemikiran
dan bahasa dipandang sebagai dua operasi kognitif terpisah yang tumbuh
bersama-sama.
Telah banyak dilakukan penelitian tentang pemerolehan
B2. Ellis (1986) telah mengidentifikasi tujuh teori pemerolehan bahasa kedua,
yang terdiri dari beberapa model, salah satunya adalah Teori Akomodasi. Teori
akomodasi menyatakan bahwa hubungan masyarakat bahasa pertama dengan bahasa
kedua dalam berinteraksi sangat menentukan pemerolehan bahasa kedua.
Faktor-faktor berikut akan mempermudah dan
mempengaruhi keberhasilan pembelajar dalam berinteraksi mempelajari bahasa kedua.
1.
Anggapan
pembelajar bahasa kedua bahwa dirinya merupakan anggota dari masyarakat bahasa
kedua,
2.
Tidak
memandang rendah masyarakat bahasa kedua,
3.
Persepsi
pembelajar tentang pentingnya etnolinguistik
4.
Terbuka
dan ketat dalam mempersepsikan batas kelompok bahasa pertama dengan bahasa
kedua
5.
Pembelajar
bahasa pertama mengidentifikasi diri sama kuat dan memuaskannya dengan kelompok
sosial lainnya
Krashen dan Terrel (Akhadiah, dkk, 1997: 25) yang
membagi dua cara pemerolehan bahasa kedua yaitu:
1.
Pemerolehan
bahasa kedua secara terpimpin
Di dalam pemerolehan bahasa kedua secara terpimpin
berarti pemerolehan bahasa kedua yang diajarkan kepada pelajar dengan
menyajikan materi yang sudah dipahami. Ciri-ciri pemerolehan bahasa kedua
secara terpimpin adalah sebagai berikut,
a.
materi
tergantung kriteria yang ditentukan oleh guru,
b.
strategi
yang dipakai oleh seorang guru juga sesuai dengan apa yang dianggap paling
cocok untuk siswanya. Dalam pemerolehan bahasa secara terpimpin, apabila
penyajian materi dan metode yang digunakan dalam belajar teppat dan efekktif
maka ini akan berhasil dan menguntungkan pelajar dalam pemerolehan bahasa
keduanya. Namun, sering ada ketidakwajaran dalam penyajian materi terpimpin
ini, misalnya penghafalan pola-pola kalimat tanpa pemberian latihan-latihan
bagaimana penerapan itu dalam komunikasi.
2.
Pemerolehan
bahasa kedua secara alamiah
Pemerolehan bahasa kedua secara alamiah atau secara
spontan adalah pemeroleh bahasa kedua yang terjadi dalam komunikasi
sehari-hari, bebas dari pengajaran atau pimpinan guru. Pemerolehan bahasa
seperti ini tidak ada keseragaman karena setiap individu memperoleh bahasa
kedua dengan caranya sendiri. Yang paling penting dalam cara ini adalah interaksi
dan komunikasi yang mendorong pemerolehan bahasa kedua. Ciri-ciri pemerolehan
bahasa kedua secara alamiah adalah sbb.
a.
terjadi
dalam komunikasi sehari-hari,
b.
bebas
dari pimpinan sistematis yang disenggaja.
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan
Pemerolehan bahasa kedua merupakan proses atau tahapan untuk memperoleh
dan belajar bahasa baru setelah menguasai bahasa pertama atau bahasa ibu dengan
tujuan tertentu sehingga dapat menguasai bahasa kedua sebaik bahasa pertamanya.
Ada beberapa cara dalam input dan interaksi pemerolehan bahasa kedua yang dapat
disimpulkan sebagai berikut.
1.
Penguasaan
bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dapat terjadi melalui proses pemerolehan
atau proses belajar.
2.
Proses
pemerolehan terjadi secara alamiah, tanpa sadar, melalui interaksi tidak formal
dengan orang tua dan atau teman sebaya tanpa bimbingan
3.
Proses
belajar terjadi secara formal, disengaja, melalui interaksi edukatif, ada
bimbingan dan dilakukan dengan sadar.
B.
Saran
1.
Penulis
sebagai salah satu generasi penerus bangsa
agar lebih meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pemerolehan bahasa kedua.
2.
Hendaknya masyarakat lebih meningkatkan
rasa ingin tahu mengenai pemerolehan
bahasa, khususnya berkenaan dengan input dan interaksi dalam pemerolehan bahasa
kedua.
DAFTAR PUSTAKA
Ghazali, A. Syukur. 2010. Pembelajaran
Keterampilan Berbahasa. Bandung:
Refika Aditama.
Tarigan. 2009. Pengajaran Kedwibahasaan. Bandung:
Angkasa.
http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi diakses 15 Desember
2015
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_interaksi diakses 15 Desember
2015
https://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial diakses 15 Desember
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar