Halaman

Senin, 23 Januari 2017

INPUT DAN INTERAKSI DALAM PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA


INPUT DAN INTERAKSI
DALAM PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA

 Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua
 
M A K A L A H
  
Oleh

EKA DEWI LUKMANA SARI
AGUS KASTIAWAN
EKA IRMA WATI
AMIN YUSUF

 
 PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2015

KATA PENGANTAR

Puji  dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan Hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk sederhana. Tak lupa salawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan keteladanan terbaik untuk kita.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada segenap pihak atas segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan kepada kami, khususnya kepada,
1.        Bapak Dr. H. Yusak Hudiyono, M.Pd.  selaku pembimbing sekaligus dosen mata kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua yang telah memberikan arahan kepada kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
2.        Keluarga kami yang telah memberikan semangat, doa restu, kepada penulis sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
3.        Para Sahabat yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan, semangat, dan motivasi sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan terdapat berbagai kekurangan di dalamnya. Untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan penulis mengharapkan agar pembaca memberikan masukan berupa saran dan kritik yang bersifat membangun demi kelengkapan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi penulis.

Samarinda, 15 Desember 2015


Penulis


                       
             DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................         i
DAFTAR ISI  ..................................................................................................        ii

BAB III   PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang .........................................................................        1
B.       Rumusan Masalah ....................................................................        2
C.       Tujuan ......................................................................................        2
D.       Manfaat ....................................................................................        2

BAB III   PEMBAHASAN

A.       Input dan Interaksi ..................................................................        3
B.        Input dan Interaksi dalam Pemerolehan Bahasa Kedua ..........        4

BAB III   PENUTUP

A.       Simpulan ..................................................................................        7
B.        Saran ........................................................................................        7

DAFTAR PUSTAKA
 

 
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Setiap individu dianugerahi kemampuan berbahasa. Bahasa tersebut diperoleh, diwarisi dan ditumbuhkembangkan dari waktu ke waktu. Setiap manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan alat untuk berinteraksi antara sesamanya.
Sejak lahir manusia telah memiliki kemampuan dan kesiapan untuk memperoleh dan mempelajari bahasa. Hal ini terlihat bahwa manusia tidak memerlukan banyak usaha untuk mampu berbicara. Orang yang dalam jangka waktu cukup lama terus menerus mendapatkan input atau mendengar pengucapan suatu bahasa, biasanya ia akan mampu mengucapkan bahasa tersebut tanpa instruksi khusus atau direncanakan. Bahkan banyak peneliti mengenai penguasaan bahasa meyakini bahwa anak-anak dari berbagai konteks sosial yang luas mampu menguasai bahasa Ibu mereka tanpa terlebih dahulu diajarkan secara khusus dan tanpa penguatan yang jelas (Rice:1993 dalam Desmita, 2007:1120) .
Pada tahap awal perkembangannya manusia mulai masuk dalam tahap pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa pertama yaitu proses pemerolehan bahasa yang pertama kali dikenal manusia, biasanya terjadi anata ibu dan anak, bisa diikuti anggota keluarga yang lainya dan dilakukan secara lisan di lingkungan keluarga secara tidak formal. Pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa pertama ini terjadi secara sadar dan alamiah pada tataran keterampilan menyimak dan berbicara. Pemerolehan bahasa pertama bertujuan untuk komunikasi antara Ibu dan anak bahkan dengan keluarga serta lingkunan sekelompoknya pada masa waktu tertentu (anak-anak awal).
Setelah seseorang memperoleh bahasa pertama dan telah mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial di luar keluarga dan kelompoknya. Individu tersebut butuh menguasai bahasa lainnya dalam hal ini disebut bahasa kedua. Kebutuhan pemerolehan bahasa kedua muncul karena seseorang memerlukan bahasa baru untuk dapat berkomunikasi dan menyesuaikan diri di lingkungan sosial yang lebih besar, selain itu juga terdapat alasan imigrasi, kebutuhan perdagangan,ilmu pengetahuan dan pendidikan. Istilah bahasa kedua juga digunakan untuk mengambarkan bahasa-bahasa apa saja yang pemerolehanya atau pengusaannya dimulai setelah masa anak-anak awal, termasuk bahasa ketiga atau bahasa asing lainnya.

B.       Rumusan Masalah
1.        Apa itu Input dan Interaksi Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua?
2.        Bagaimana Input dan Interaksi dalam Pemerolehan Bahasa Kedua?

C.      Tujuan
1.        Untuk mengetahui apa itu Input dan Interaksi Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua.
2.        Menambah pemahaman dan pengetahuan Pemerolehan Bahasa Kedua.
3.        Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua.

D.      Manfaat
1.        Dapat memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai Pemerolehan Bahasa Kedua, khusunya tentang input dan interaksi.
2.        Sebagai bahan informasi yang sebelumnya penulis dan pembaca tidak mengetahui mengenai input dan interaksi dalam Pemerolehan Bahasa Kedua.
3.        Menambah literatur mengenai Pemerolehan Bahasa Kedua.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Input dan Interaksi
Sebagaimana dijelaskan Pada Kamus Inggris-Indonesia karya Ebta Setiyawan, kata input adalah kata benda yang artinya bisa berarti, tenaga yang dimasukkan, atau pemakaian. Jika kita hubungkan dengan pemerolehan bahasa kedua, kata input mengarah pada pemerolehan bahasa atau masuknya bahasa kedua dalam kehidupan sehari-hari seseorang yang mempengaruhi pemakaian bahasa dalam berkomunikasi.
Menurut KBBI, Interaksi Adalah hal saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi, antarhubungan (http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/)
Menurut Wikipedia, Komunikasi Interaksi adalah proses dimana setiap individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka. Komunikasi interaksi terjadi karena adanya proses atau pertukaran informasi antara satu individu dengan individu lainnya atau satu kelompok dengan kelompok lainnya dan akhirnya menciptakan ‘’feedback’’ atau umpan balik. Umpan balik adalah komunikasi yang diberikan pada sumber pesan oleh penerima pesan untuk menunjukan pemahaman. (https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_interaksi)
Sedangkan pengertian Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku, interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan-aturan dan nilai- nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing-masing, maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan.
Di dalam kehidupan sehari-hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya, ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekamto di dalam pengantar sosiologi, interaksi sosial merupakan kunci rotasi semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama lain, tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial, maka kegiatan–kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi. (https://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial). Jadi, dapat kami sederhanakan bahwa interaksi adalah proses timbal balik dalam pemerolehan bahasa, khususnya bahasa kedua.

B.       Input dan Interaksi Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua
Pemerolehan bahasa merupakan salah satu prestasi menusia yang paling hebat dan menakjubkan karena tidak terjadi pada makhluk lain seperti binatang. Pemerolehan bahasa ini tidak dapat lepas dari potensi manusia yang dibawa sejak lahir. Namun demikian harus diakui bahwa dalam perkembangan diri manusia potensi bahasa yang dibawa sejak lahir dapat berkembang berkat terjadinya Interaksi dengan dunia luar. (Tarigan: 1988)
Tarigan (1988:125-126) mengacu pada La Foge (1983) mengatakan bahwa terdapat tiga ciri proses pembelajaran bahasa kedua,
1.      pembelajaran bahasa adalah manusia, karenannya pembelajaran bahasa terjadi dalam interaksi sosial antar individu (guru, siswa) yang di dalamnya berlaku hokum-hukum sosial,
2.      pembelajaran berlangsung dalam interaksi yang dinamis, berarti bahwa pembelajar tumbuh dan berkembang menuju ke “kedewasaan ber-B2, sehingga dalam proses ini pengajar diharapkan memberikan segala pengalamannya untuk membantu pembelajar,
3.      pembelajaran berlangsung dalam suasana reponsif. Artinya, proses pembelajaran merupakan kesempatan besar bagi pembelajar untuk melakukan respons. Pancingan dapat diberikan oleh pengajar atau sesama pembelajar.
Vygotsky (Brown, 2008: 46) menyatakan bahwa interaksi sosial melalui bahasa adalah prasyarat bagi perkembangan kognitif. Pemikiran dan bahasa dipandang sebagai dua operasi kognitif terpisah yang tumbuh bersama-sama.
Telah banyak dilakukan penelitian tentang pemerolehan B2. Ellis (1986) telah mengidentifikasi tujuh teori pemerolehan bahasa kedua, yang terdiri dari beberapa model, salah satunya adalah Teori Akomodasi. Teori akomodasi menyatakan bahwa hubungan masyarakat bahasa pertama dengan bahasa kedua dalam berinteraksi sangat menentukan pemerolehan bahasa kedua.
Faktor-faktor berikut akan mempermudah dan mempengaruhi keberhasilan pembelajar dalam berinteraksi mempelajari bahasa kedua.
1.      Anggapan pembelajar bahasa kedua bahwa dirinya merupakan anggota dari masyarakat bahasa kedua,
2.      Tidak memandang rendah masyarakat bahasa kedua,
3.      Persepsi pembelajar tentang pentingnya etnolinguistik
4.      Terbuka dan ketat dalam mempersepsikan batas kelompok bahasa pertama dengan bahasa kedua
5.      Pembelajar bahasa pertama mengidentifikasi diri sama kuat dan memuaskannya dengan kelompok sosial lainnya
Krashen dan Terrel (Akhadiah, dkk, 1997: 25) yang membagi dua cara pemerolehan bahasa kedua yaitu:
1.      Pemerolehan bahasa kedua secara terpimpin
Di dalam pemerolehan bahasa kedua secara terpimpin berarti pemerolehan bahasa kedua yang diajarkan kepada pelajar dengan menyajikan materi yang sudah dipahami. Ciri-ciri pemerolehan bahasa kedua secara terpimpin adalah sebagai berikut,
a.         materi tergantung kriteria yang ditentukan oleh guru,
b.        strategi yang dipakai oleh seorang guru juga sesuai dengan apa yang dianggap paling cocok untuk siswanya. Dalam pemerolehan bahasa secara terpimpin, apabila penyajian materi dan metode yang digunakan dalam belajar teppat dan efekktif maka ini akan berhasil dan menguntungkan pelajar dalam pemerolehan bahasa keduanya. Namun, sering ada ketidakwajaran dalam penyajian materi terpimpin ini, misalnya penghafalan pola-pola kalimat tanpa pemberian latihan-latihan bagaimana penerapan itu dalam komunikasi.
2.      Pemerolehan bahasa kedua secara alamiah
Pemerolehan bahasa kedua secara alamiah atau secara spontan adalah pemeroleh bahasa kedua yang terjadi dalam komunikasi sehari-hari, bebas dari pengajaran atau pimpinan guru. Pemerolehan bahasa seperti ini tidak ada keseragaman karena setiap individu memperoleh bahasa kedua dengan caranya sendiri. Yang paling penting dalam cara ini adalah interaksi dan komunikasi yang mendorong pemerolehan bahasa kedua. Ciri-ciri pemerolehan bahasa kedua secara alamiah adalah sbb.
a.         terjadi dalam komunikasi sehari-hari,
b.        bebas dari pimpinan sistematis yang disenggaja.


 BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Pemerolehan bahasa kedua merupakan proses atau tahapan untuk memperoleh dan belajar bahasa baru setelah menguasai bahasa pertama atau bahasa ibu dengan tujuan tertentu sehingga dapat menguasai bahasa kedua sebaik bahasa pertamanya. Ada beberapa cara dalam input dan interaksi pemerolehan bahasa kedua yang dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.      Penguasaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dapat terjadi melalui proses pemerolehan atau proses belajar.
2.      Proses pemerolehan terjadi secara alamiah, tanpa sadar, melalui interaksi tidak formal dengan orang tua dan atau teman sebaya tanpa bimbingan
3.      Proses belajar terjadi secara formal, disengaja, melalui interaksi edukatif, ada bimbingan dan dilakukan dengan sadar.

B.     Saran
1.      Penulis sebagai salah satu generasi penerus bangsa agar lebih meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pemerolehan bahasa kedua.
2.      Hendaknya masyarakat lebih meningkatkan rasa ingin tahu mengenai pemerolehan bahasa, khususnya berkenaan dengan input dan interaksi dalam pemerolehan bahasa kedua.

DAFTAR PUSTAKA

Ghazali, A. Syukur. 2010. Pembelajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Refika Aditama.

Tarigan. 2009. Pengajaran Kedwibahasaan. Bandung: Angkasa.

















 

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar